Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2011


Below are the excerpt of an article “Klasik Dekonstruktif” written by Muhammad Aziz and published in an issue of Harper’s Bazaar Indonesia.

Pertemuan dua destinasi dalam sepotong busana. Sapto Djojokartiko memperlihatkan interpretasi versi muda dari siluet konvensional.

       Mendengar nama Sapto Djojokartiko, sebelumnya banyak dikenal sebagai desainer yang melayani kebaya made to order untuk kesempatan pernikahan atau perhelatan society. Teknik manipulasi siluet dengan fokus pada struktur korset serta detail kebaya menjadi upaya desainer pria muda ini untuk membuat tubuh seorang wanita terlihat lebih proporsional.

       Pada kesempatan koleksi kali ini, dia berusaha mengakomodasi semua kebutuhan pengantin wanita dengan variasi jenis busana mulai dari kebaya, cheongsam hingga gaun pengantin internasional. Tetap mengedepankan ciri khasnya yang bermain dengan gaya dekonstruktif namun tetap menampilkan sisi klasik yang kadang terlihat romantis. Begitupun sebaliknya.

       Kekuatan desain kali ini banyak memperlihatkan bentuk kolase dari bahan lace kemudian dibuat berlapis-lapis. Atau memberikan inspirasi lain berupa warna nude dengan aksentuasi palet putih sebagai gaun pernikahan. Beberapa gaun bahkan diakui Sapto terinspirasi dari citra elegan versi Grace Kelly dengan penempatan kancing yang tidak lazim, potongan asimetris serta komposisi terlihat messy namun tetap terlihat chic. Terlebih kesan volume hadir melalui penumpukan tulle yang memberikan kesan cantik dan memberikan sedikit sentuhan high fashion dalam pilihan desain gaun pengantin.

Sapto Djojokartiko photographed during his collection showcase at Canteen, Plaza Indonesia, in a page of Harper’s Bazaar Indonesia (above).

In an issue of the same publication, an article was published regarding the designer’s early career work with Reshna in Reshna Sapto. Below are the excerpt:

Reshna Sapto

Menyebut label di atas ternyata bukanlah nama seseorang melainkan kolaborasi dua orang desainer lulusan sekolah mode Esmod, Reshna S. Kartasasmitha dan Sapto Djojokartiko.
Mengenai pembagian tugas, Sapto lebih berkonsentrasi pada desain dan Reshna pada bagian pemasaran. Walau kolaborasi ini dimulai telah cukup lama sejak tahun 2000, namun mereka memang lebih memilih jalur ‘underground‘ dalam berbisnis. Sehingga ketika menyebut label ini, sebagian orang justru memilih mengernyitkan kening. Namun di barisan klien yang mayoritas socialite ibukota, selebriti ternama, hingga pendamping politisi terkemuka, justru namanya lebih familiar.

Read Full Post »


Sapto Djojokartiko’s mini dress with colorful stripes was featured in the April/June 2011 issue of First Priority magazine

Read Full Post »


A black top by Sapto Djojokartiko are featured on the October 2008 issue of Maxim magazine.

Read Full Post »


Sapto Djojokartiko’s dresses are featured on the Lux 100 Diva photo exhibition with “Romantic Glam” theme at Pavilion Pacific Place, Jakarta on October 31st – November 06th 2008 photographed by photographers from D’Loops Indonesia.

Gold dress (top row – second from left), black spaghetti strapped dress (top row – third from left), silver dress with lace (top row – second from right) and white halter neck dress with pleats details (top row – corner right).

Black halter neck long dress (worn by first girl from left), metallic long dress (second from left, sitting), lace dress (third from left, also sitting), sweetheart necklined dress with embroideries (in the girl who’s sitting on the floor) and chocolate chiffon dress (worn by first girl from right).

Read Full Post »


Two of Sapto Djojokartiko dresses are featured in an article regarding Elle Style Awards 2010 where the designer participated in the fashion show and presented five of his collections for the annual event held by Elle Indonesia. The designer also presented five looks in this year’s Elle Style Awards last April and also awarded the 2011 Fashion Designer of The Year from Elle Indonesia.

In another page in an issue of Elle Indonesia, Yoland Handoko wrote an article “The Dark Parade” regarding Sapto Djojokartiko’s trunk show exclusively for Harvey Nichols Jakarta that was held on Wednesday May 26th, 2010 with Marie Claire Indonesia as media partner. The images in the article was photographed by Grace Gunawan.

Below are the excerpts of the article:

 

Iringan busana bernuansa klasik dengan tone gelap mendominasi koleksi terbaru desainer Sapto Djojokartiko. Berikut penuturan Yoland Handoko dari Grand Indonesia.

 

       Sambutan baik dari masyarakat terhadap perkembangan industri mode Tanah Air semakin terasa kuat selama kurun waktu satu dekade terakhir. Semakin banyaknya generasi muda yang sadar akan pentingnya estetika dalam berbusana membuka banyak peluang bagi desainer-desainer lokal dalam mereali-sasikan ide mereka. Hal ini pula yang memotivasi desainer Sapto Djojokartiko dalam berkarya, sehingga pada bulan Mei lalu, bekerja sama dengan Marie Claire Magazine, Harvey Nichols dan Mitra Agung Persada, Sapto Djojokartiko menggelar trunk show koleksi ready to wear-nya secara ekslusif di Harvey Nichols, Jakarta.

       Palet warna gelap seperti abu-abu, cokelat dan hitam menjadi pilihan Sapto untuk koleksi kali ini. Era gothic yang menjadi inspirasi utama dengan mahir digabungkan dengan berbagai elemen lain sehingga tidak terkesan tacky dan stereotype. Pemilihan bahan lace yang diaplikasikan ke kain chiffon pada one shoulder mini dress, beragam pleats gown berbahan chiffon dan lace serta rok pendek dengan teknik collage lace turut memperkuat nuansa klasik dan romantik pada koleksi kali ini.

       Hal menarik lain yang terlihat pada koleksi kali ini adalah hadirnya beberapa item hasil eksperimen Sapto dengan pola baju pria. Deretan trench coat, blazer serta long vest bersiluet tegas dengan teknik dekonstruksi memberi sentuhan androgyny yang kental. Hal tersebut seakan menjadi bukti akan kegemaran desainer kelahiran Solo, Jawa Tengah, ini dalam menyelaraskan berbagai elemen yang saling bertabrakan dalam setiap koleksinya.

       Sebagai desainer, perhatian extra terhadap detail dan pengembangan konsep yang semakin terarah serta kemauan untuk terus bereksperimen sangatlah esensial. Lewat eksistensinya, Sapto membuktikan bahwa dia telah berkembang dan matang dalam berkarya. Congrats and keep up the good work!

Read Full Post »


Sapto Djojokartiko’s fringe cape, black tulle skirt and shorts are featured in a fashion spread starring Kelly Tandiono for an issue of Elle Indonesia while in another editorial “The Nomad’s Tale” photographed by Glenn Prasetya and styled by Yoland Handoko, grey mini dress, velvet shoes, gold shoes and a fox stole by the designer were also featured.










Bambang Santoso photographed a model wearing Sapto Djojokartiko’s red velvet oxford shoes in a page of Elle Indonesia for Elle Style Guide section.

Read Full Post »


Long dresses in black, taupe, red and white; short structured dress made from hand carved sandalwood hand fans; lace dress; and a colorful pleated dress by Sapto Djojokartiko are featured in fashion spreads for an issue of Amica Indonesia.









Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: