Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2011


Please enjoy some of the backstage images and snapshots during fittings where you can see the intricate, beautiful and exquisite detailing of the dresses, kebayas and evening gowns created by Sapto Djojokartiko.

Please do not reproduce the content from this post in its entirety without permission. Limit image usage on any other site to one or two images. Images must be accompanied by a working link to this post. All images copyright Sapto Djojokartiko.




























Advertisements

Read Full Post »


Actress Atiqah Hasiholan was wearing Sapto Djojokartiko one shoulder tulle dress with lace brocade details on the bodice to attend FTV Awards 2011 that was held on Thursday, July 14th 2011 at Balai Sarbini, Jakarta.

Images via KapanLagi.com and Adik Karuniawan Twitter.




Read Full Post »






Sapto Djojokartiko’s delicate lace dresses from the 2011 Bridal Collection are featured in the “Far East Empress” editorial photographed by Stanley Allan and styled by Thornandes James for the July/December 2011 issue of Herworld Brides Indonesia wore by Ksenia Shapovalova (JIM).

You can view the full collection of Sapto Djojokartiko Bride, here.

Images via Thornandes James.

Read Full Post »


Black platform shoes, a gold hologram top and a long black drapery dress with lace details was photographed by Ricko Sandy for his portfolio “Project No.79” with the styling works by Rajasa Prameswyara and Ksenia Sinichenko (VTM) as the model.

Images via Rajasa Prameswyara blog.



Read Full Post »


An article regarding Sapto Djojokartiko’s 2011 Bridal Collection was published in the June 2011 issue of Elle Indonesia. Below are the excerpts of the “Ivory Tale” article written by Yoland Handoko from the magazine:

Melalui koleksi terbaru lini bridal-nya, Sapto Djojokartiko berusaha untuk lebih peka dalam memerhatikan keinginan perempuan. Yoland Handoko mencoba untuk menjabarkannya.

Rasanya kemahiran Sapto dalam berkarya tak perlu diragukan lagi. Kejelian matanya dalam melihat siluet tubuh perempuan, serta perhatian extranya terhadap detail membuat setiap perempuan terlihat begitu anggun dalam balutan gaun rancangannya. Lahir dan tumbuh besar di kota Solo yang kaya akan tradisi klasik memang memberi banyak pengaruh kepada estetika Sapto dalam merancang busana. Tidak terkecuali dengan 24 buah gaun pengantin yang dipertunjukannya di sebuah event Bridal Week yang diselenggarakan awal April lalu.

Terbagi dalam tiga kategori, yakni kebaya, cheongsam dan gaun international, desainer bersahaja ini berusaha menangkap mimpi setiap kaum perempuan di hari besar mereka. Craftmanship berkualitas prima hadir dengan barisan gaun kebaya yang, walaupun bertabur payet, namun tetap terkesan ringan berkat pemakaian embellishments berwarna senada.

Untuk kategori gaun cheongsam, Sapto mencoba bereksperimen dengan bahan hasil teknik lace on lace sebagai pengganti satin ataupun sutera. Absennya kristal dan payet di deretan busana etnik Tionghoa tersebut membuat gaun terlihat simpel namun tetap elegan. Pengerjaan serupa juga terlihat pada koleksi gaun international. Premise sang desainer akan busana pengantin yang lebih dinamis dihadirkan dengan gaun-gaun detail draperi bertumpuk dengan aplikasi kancing jamur yang tersusun secara diagonal.

Melalui sudut pandangnya, Sapto menginterpretasikan tren minimalis dengan membidik calon mempelai yang mendambakan pernikahan yang lebih fleksibel. Karena menurutnya, gaun pernikahan tidak harus selalu berhiaskan bebatuan berharga. Kudos for that!



Sapto Djojokartiko is one of the judges for Elle Styling Contest 2011 that was held on Friday, April 22nd 2011 at Senayan City atrium as a part of Women’s Week’11 (click here to view the previous post about it) along with Fashion Editor of Elle Indonesia, Anindita Saryuf and actress/drummer, Titi Sjuman. Click on each pages above to read the full “Magic In Fashion” article written by Intan Kalih.

Before the Elle Styling Contest final was held last April, Elle Indonesia held a workshop at ESMOD Jakarta earlier with Sapto Djojokartiko and Anindita Saryuf as the speakers and also the judges for the “Hyperreality” themed styling contest on the same event on March 19th 2011. Click the image below to read the article.

Read Full Post »


Dira Sugandi arrived at the red carpet of the 14th Anugrah Musik Indonesia 2011 (AMI Awards) on Wednesday, July 06th 2011 wearing Sapto Djojokartiko’s black lurex jacquard dress with gold beads. The nominee for Best Jazz Vocal Performance by Solo, Duo or Group also performed the new rendition of “Pengalaman Pertama” that night where you can see the video below.

Congratulations on your nomination Dira!

Click the links to view past collaborations between Dira Sugandi and Sapto Djojokartiko for “A Masterpiece of Erwin Gutawa” and “Pray For Indonesia“.

Video via YouTube




Read Full Post »


An article regarding Sapto Djojokartiko’s 2011 Bridal collection was published in the latest edition of Harper’s Bazaar Wedding Ideas. The fashion show was held on Friday, April 08th, 2011 at Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place as a part of Harper’s Bazaar Indonesia’s “Bazaar Bridal Week 2011″ (click here to see the full collection and here for the backstage images). Below are the excerpts from the article titled “Antik Romantis”:

Kisah Sapto Djojokartiko mengawali lini gaun pengantin dari selembar renda berusia tua.
       Idealis adalah kata pertama yang tersirat ketika menyaksikan koleksi label Sapto Djojokartiko dari tahun ke tahun, namun kali ini Sapto berkarya untuk memenuhi kebutuhan pengantin di bawah label Sapto Djojokartiko Bride. “Ketika berbicara tentang gaun pengantin, maka klien memiliki hak untuk beropini, dan saya bertugas untuk melaksanakan opininya,” sambungnya. Sebagai perancang, Sapto gemar berpetualang ke tempat yang kaya akan inspirasi. Dan kali ini sebuah toko antik di kota Inggris dipilih sebagai inspirasi utama pada koleksi perdana Sapto Djojokartiko Bride.
       “Semua ini berawal dari selembar lace yg kutemukan di toko antik,” kata Sapto ketika menceritakan inspirasi utama dalam koleksi perdana. Lembut dan innocent adalah kesan yang dicerminkan oleh selembar lace lawas miliknya, dan hal tersebut berperan besar pada koleksi gaun pengantinnya yang penuh dengan nuansa romantis bergaris praktis namun tetap dalam estetika yang bernuansa regal.
       Putih hingga kuning gading terpulas cantik pada deretan koleksi yang material utamanya didominasi oleh delicate lace. Terlihat dari garis rancangnya, Sapto Djojokartiko Bride diciptakan untuk mengakomodasi kepuasan pelanggan setianya, sehingga gaun internasional, kebaya dan cheongsam tidak terasa asing ketika hadir diatas panggung. Sensitivitas berperan besar pada koleksi busana pengantin perdananya, sehingga untuk berikutnya Sapto diharapkan lebih sensitif dalam meramu koleksi baru di atas kata fantastis. Dengan model dari JIM Model Jakarta, fashion show Sapto Djojokartiko menjadi sebuah suguhan elegan nan cantik.

Read Full Post »

%d bloggers like this: