Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2011



Sapto Djojokartiko’s embroidery platform shoes are featured in the editorial for Amica Indonesia November 2010 titled “E.T” photographed by Giovanni Rustanto/Plankton Labs and styled by Thornandes James.

Images via Thornandes James.

Read Full Post »



In “Couture Traveler” editorial styled by Thornandes James and published in the July 2010 edition of Amica Indonesia, model Tarah Dowling wearing Sapto Djojokartiko’s platform shoes in cream and black photographed by Glenn Prasetya.

Images via Thornandes James.

Read Full Post »



Suryo Tanggono photographed newlywed Sarawita Safira Sutowo and her Sapto Djojokartiko’s kebaya and wedding dress that she wore on her wedding in May 2011 for “Merajut Momen Magis” spread and article in the 2011 edition of dewi Inspirasi Pernikahan.

In another pages from the same issue, Pricilla Yvonne Supit shared the details of her wedding to the magazine where the fellow newlywed chose Sapto Djojokartiko’s embroidery kebaya for her akad nikah ceremony. Some of the images featured in the magazine was taken by Jacky Suharto.

Congratulations to the beautiful and lovely brides! May happiness always be with both of your families.

You can also view the fitting images from their wedding here.

Sapto Djojokartiko’s cheongsam dresses from the 2011 Bride collection are also featured in the same issue photographed by Glenn Prasetya and styled by Jo Elaine. You can view the “Romansa Ritual” editorial here.




Read Full Post »



Nicoline Patricia Malina photographed a model wearing Sapto Djojokartiko black vest for “Cross The Lines” editorial in the July 2011 issue of Harper’s Bazaar Indonesia styled by Michael Pondaag.

Read Full Post »


The recipient of Fashion Designer of The Year from Elle Style Awards 2011, Sapto Djojokartiko, shared in an article for Elle Indonesia that he admired the way fellow Indonesian designer, Biyan, accommodate the commercial and creative sides. Below are more quotes from Elle Indonesia July 2011 issue:

Apa yang Anda kenakan malam ini?
Kemeja Valentino, celana Gucci, dan sepatu Christian Louboutin.

Sebagai desainer, bahan apa yang jadi favorit Anda dalam merancang pakaian?
Bisa dibilang saya suka bahan yang dari luar terlihat simpel, tapi di balik itu ada proses pengerjaan yang complicated, yang ada ceritanya.

Siapa desainer lokal atau luar yang menjadi inspirasi Anda?
Saya mengagumi cara Biyan mengakomodasi sisi komersil dan kreatifnya.

Ruben William wrote “Take A Bow” article in the same issue of the magazine regarding the Elle Style Awards 2011 fashion show where Sapto Djojokartiko took part in the event last April. Click here to view the runway and backstage images of the event and here for the fashion spreads published in the same issue of the magazine where the collections are featured.

Empat desainer mencoba menggurat tiap tahap mimpi ke dalam ranah fashion. Inkarnasi penuh fantasi yang coba diurai oleh Ruben William.

Live Your Dreams. Sebuah kalimat yang merangkum kehidupan tiap individu. Kali ini, kalimat itu dicoba diinterpretasikan menjadi empat kata yang menggambarkan mimpi terdasar manusia. Luxurious. Serenity. Romantic. Surreal. Kalimat itu pula yang memberi napas lahirnya halaman-halaman fashion pada majalah ELLE Indonesia di edisi ulang tahunnya yang ke-3. Dan malam itu, didaulatlah empat desainer kenamaan tanah air; Mel Ahyar, Oka Diputra, Sapto Djojokartiko, dan Irsan, untuk menghidupkan kembali mood board tersebut ke panggung ELLE Style Awards 2011.

Pengunjung dibuat larut ketika Mel Ahyar membuka fashion show dengan koleksi bertema luxurious. Gaun body con yang membalut sempurna tubuh kelima model, tampil begitu modern. Jika glamor diidentikkan dengan banyak sentuhan keemasan di sana-sini, Mel Ahyar justru memilih sebaliknya, sangat subtle dengan tak tampil “blak-blakan”. Detail gold hanya digunakan sebagai aksen.

Sequence selanjutnya adalah milik Oka Diputra. Kali ini, seluruh model mengenakan koleksi serba putih yang memberi impresi bersih dengan busana berpotongan sederhana berdetail lipit dan draperi. Oriental look sebagai dasar tema serenity ini sangat minim ornamen, terlihat jelas jika rancangannya tersebut ingin berbicara lebih lantang melalui cutting yang tegas.

Pendar lampu kamera kembali terlihat, seiring dengan karya Sapto Djojokartiko yang siap menggores panggung. Kesan romantis begitu kental terlihat pada koleksinya. Warna-warna pastel dengan permainan draperi sangat sesuai dengan penggunaan material ringan, seperti kain sifon, lace, dan tule yang sengaja dibuat unfinished. Raut feminin pun jelas ketara pada pemakaian detail ruffle dan tumpuk. Mengingatkan pada millefeuille, pastry cantik asal Prancis. Sekali lagi, mata pengunjung berhasil dimanjakan.

Fashion show ditutup dengan penampilan dramatis yang sedikit teatrikal dari Irsan. Surealisme dipresentasikan oleh Irsan melalui potongan baju berbahan kulit yang diolah menjadi fringe dan armor, harmonisasi warna hitam serta merah yang dominan, juga sentuhan oriental yang tampak di beberapa detail. Bahan parasut pada rok ekstra lebar yang tampak spektakuler dikenakan oleh model terakhir, menjadi pertanda berakhirnya pagelaran busana di malam itu. Kolaborasi mengagumkan yang jelas memberi makna baru pada dunia fashion tanah air.


Read Full Post »


UPDATED DECEMBER 01st 2011: Added another image taken from the same issue of the magazine featuring model Dara Warganegara in Sapto Djojokartiko’s lace veil photographed for “La Lingerie de la Mariee” spread by Glenn Prasetya at The Wedding Photography with the styling works by Wingky at Winc.


Besides the “Far East Empress” fashion spread that was recently posted, other Sapto Djojokartiko’s dresses (lace dresses with Swarovski details, beads and sequins) are also featured in the pages of the July/December 2011 edition of Herworld Brides Indonesia.


Read Full Post »


Updated September 08th 2011: Added a new image of the spread via Deny Setiawan Facebook page.

In “Animale Strega” fashion spread styled by Moch Reza Rizky for iCreate magazine Indonesia Volume 27, model Valentina Belianka wearing Sapto Djojokartiko’s long dress with embroideries, red velvet dress with details on the shoulder and platform shoes (nude and black) photographed by Deny Setiawan.





Read Full Post »


The happy couple, Sharifah Nor Ashikin (Nora) and Muhammad Yassar Dato’ Hamzah (Along) held their wedding on June 24th 2011 in Selangor, Malaysia. The lovely bride wore a gorgeous white kebaya with exquisite embroideries and rosettes on her special day designed by Sapto Djojokartiko.

Congratulations to a beautiful couple. Wishing you a wonderful journey as you build your new life together.

Please enjoy the beautifully shot backstage images from their wedding taken by Grace and Johan of Stories by Integricity Visuals below.

Images courtesy of Stories by Integricity Visuals.








Read Full Post »


An article regarding the designer’s collaboration with Batik Danar Hadi was published in the July 2011 issue of Harper’s Bazaar Indonesia. Click the links to view the backstage images and also the runway images of the fashion show that was already held on April 28th, 2011 at The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Below are the excerpts from the article:

Kali ini lima desainer ditantang menginterpretasikan gagasan kreatifnya untuk kain batik.

Bukan rahasia bila kolaborasi desainer dan rumah fashion dapat menyuntikkan spirit baru, bahkan mendongkrak penjualan. Seperti, label Danar, seri premium Danar Hadi, produsen batik yang selama tiga tahun belakangan aktif melibatkan desainer. Perkembangan desain busana batik memang menantang, terutama dalam mempertahankan estetika sebagai warisan budaya. Namun konsumen pun makin mendambakan sesuatu yang baru agar tidak terlihat ‘kuno’. Untuk koleksi terkininya, lima desainer Indonesia, yakni Oscar Lawalata, Carmanita, Ghea Panggabean, Hutama Adhi, dan Sapto Djojokartiko, menorehkan goresan desain mereka.

Salah satu koleksi yang menuai perhatian datang dari Sapto Djojokartiko. Batik disulapnya dengan emblem payet pada detail motifnya, memberi sentuhan glamor. Variasi desain terlihat dari model cheongsam, one-shoulder dresses, aksen ruffles, dress berpotongan pendek dengan lilitan pada bagian roknya, hingga model baju kurung. Sementara itu, Carmanita bermain dengan siluet asimetris yang telah lama menjadi ciri khas desainer wanita tersebut. Motif batik diterapkan pada bahan halus menerawang, ditambah aksesori dari bahan batik motif yang senada.

Karya lainnya datang dari Hutama Adhi. Dia juga menyematkan payet pada batik seperti di bagian leher dan pinggang, siluet busananya dibuat dengan teknik drapery layaknya Grecian dress. Lalu Ghea Panggabean yang masih mengambil inspirasi gaya era 1970-an dengan turban, bohemian, dan rok berpotongan high waist. Sedangkan Oscar lebih menekankan pada mood relaks dengan atasan dan bawahan bergaya kasual, yang terefleksi lewat model bolero atau rok dan celana pendek dengan pilihan motif batik berwarna kontras. Masing-masing desainer memiliki ciri khas masing-masing dalam mendefinisikan kemewahan.

Walau beberapa potong mudah diidentifikasikan sebagai pengulangan koleksi sang desainer di kesempatan sebelumnya, mereka makin kritis memaknai batik. Terutama dalam pemilihan motif, teknik desain, dan kombinasi warna. Siluet busananya ditekankan pada kemasan praktis dan modern. Pelansiran koleksi ini bersamaan malam peluncuran buku The Glory of Batik dan Privelege Card Danar Hadi.

Read Full Post »




Sapto Djojokartiko’s lace dresses in black and soft muted colors are featured in the pages of Elle Indonesia July 2011 edition.

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: