Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2012


Sapto Djojokartiko’s collections are featured in three different editorials that was published in the April issue of Elle Indonesia.

In an advertorial, Hakim Satriyo photographed a model wearing tulle dress with embroideries and sequins dresses from the designer.



Bona Soetirto photographed a model in Sapto Djojokartiko’s organza dress with metallic appliqués, bustier and chiffon skirt for “Tin Soldier & The Brave Ballerina” editorial that was styled by Anindita Saryuf.



Last but not least, the designer’s sequins dresses, sheer embroidered dress, high waisted shorts, sequins boots and tulle dress with embroideries were featured for “The Newton’s Rules” that was photographed by Nicoline Patricia Malina and styled by Aldi Indrajaya.






Advertisements

Read Full Post »


Sapto Djojokartiko’s organza dresses, robe, petticoat, tulle dress with rosettes details and shoes were photographed by David for “Rose of Versailles” fashion spread that was published in the latest issue of Le Marriage magazine styled by Rajasa Prameswyara.



In another editorial also styled by Rajasa Prameswyara and published in the same issue of the magazine entitled “Wish You Were Here”, the model was photographed by Ricko Sandy wearing Sapto Djojokartiko’s vest and jackets.



Read Full Post »


Below are the excerpts from the “Designer Profile” article that was published in the April 2012 issue of female Indonesia with the accompanying editorial and Sapto Djojokartiko’s picture photographed by Daniel Kampua and Yuan Reva.

Selain dikarenakan pembawaan pribadinya yang humble dan down to earth, Female mengagumi Sapto Djojokartiko karena tak pernah segan berbagi cerita mengenai karya, inspirasi, dan pengalaman hidupnya.

f: Sebagai kota kelahiran, apakah Solo membawa banyak pengaruh bagi karya-karya Anda?
SAPTO: Bagi saya Solo adalah kota dengan history panjang. Solo kaya akan culture, adat istiadat, kebiasaan, dan ritual yang secara tidak langsung menyerap ke dalam pribadi saya, dan membawa pengaruh bagi saya serta memberi inspirasi dalam berkarya.

f: Selain culture dan art, apakah ada hal lain dari kota Solo yang menjadi inspirasi terhadap rancangan Anda?
SAPTO: Sebenarnya Solo bukan inspirasi, tapi lebih tepatnya membentuk cara berpikir saya dalam berkreasi. Inspirasi saya bisa datang dari mana saja. Culture Indonesia yang bermacam-macam, budaya asing, atau imajinasi pun bisa saya jadikan inspirasi. Namun, cara berpikir saya mengenai filosofi, adat istiadat, dan kebudayaan Solo itu bisa menjadi sebuah ide untuk saya.

f: Mungkin ada pengaruhnya dengan kehidupan Anda yang lahir dan dibesarkan di sana?
SAPTO: Betul. Sejak kecil saya sudah terbiasa dengan ritual-ritual, atau apapun yang memiliki unsur magis yang telah menjadi budaya dan suatu kebiasaan masyarakat Solo.

f: Artinya, bisa dikatakan pengalaman masa kecil, kebiasaan, dongeng, cerita rakyat, dan kehidupan tradisional lainnya ikut membentuk pola pikir Anda dalam menghasilkan karya?
SAPTO: Iya, betul.

f: Apakah arti fashion bagi Anda?
SAPTO: Bagi saya fashion adalah sebuah style. Fashion tidak selalu sebuah tren. Lebih kepada pembentukan karakter, eksplorasi diri, dan keberanian mencoba sesuatu. Yang membuat saya berpikir bahwa hal-hal yang membuat seseorang nyaman merupakan sebuah signature dan menjadi personal style bagi mereka.

f: Material apa yang digunakan dalam koleksi terakhir ini?
SAPTO: Dalam koleksi ini saya mencoba menginterpretasikan ukiran-ukiran yang terinspirasi dari ukiran Bali dengan bordir, sequins, dan warna yang digunakan gold, silver, hitam, mauve, dan bronze.

f: Hal apa yang membuat Sapto mencintai fashion?
SAPTO: Itu semua melalui proses. Dari kecil saya suka menggambar. Saya menemukan bahwa sekolah fashion itu tidak selalu mendidik seseorang jadi desainer. Awalnya saya mencoba beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan fashion, tapi bukan mendesain. Baik stylist, wardrobe, atau pun costume designer. Buat saya itu adalah hal yang menyenangkan tapi saya tdak merasakan chemistry. Dan setelah saya menjalani semua, ternyata interaksi saya dengan klien, proses untuk membuat baju dari ide menjadi kreasi yang membuat saya merasa tertarik. Dimulai dari ide, lalu proses secara teknis dan waktu yang dibutuhkan. Hal inilah yang membuat saya tertantang.

f: Melihat koleksi Anda tahun 2009-2010 terdapat kesan dramatis, misterius, dan kaya sentuhan nature. Apakah itu merupakan gambaran Anda tentang seorang wanita?
SAPTO: Saya senang sosok wanita yang tidak terduga atau tidak tertebak dalam bergaya. Di bayangan saya, saya mencoba menampilkan wanita bergaya klasik, tapi tetap update. Atau dengan kata lain orang yang tidak ‘berteriak’ tetapi cukup ‘berbicara’.

f: Apa yang menjadi inspirasi Anda di koleksi ini?
SAPTO: Inspirasi-nya berasal dari Kisah Calon Arang, sebuah cerita rakyat asal Bali, yang kemudian saya kembangkan.

f: Bagaimana harapan Anda sebagai salah satu desainer Indonesia terhadap dunia fashion di Indonesia?
SAPTO: Saya optimis terhadap dunia fashion di Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah semakin aware terhadap apa yang mereka butuhkan, tidak sekedar mengikuti tren yang ada. Hal ini menurut saya adalah hal yang positif untuk perkembangan industri fashion di Indonesia.



Read Full Post »


Here’s a snap from an article of Sapto Djojokartiko in Fashion Nation 2012 opening night (the fashion show held on Wednesday, April 11th) that was published in Jurnal Nasional on Sunday, April 22nd 2012.

Read Full Post »


Sapto Djojokartiko’s one sleeved dresses were featured in a fashion spread photographed by Advant Matthew entitled “Haute Blanc” that was published in the March/April issue of Fashion TV Magazine Indonesia.


Read Full Post »


Sapto Djojokartiko’s organza and lace dresses with ruffles details were photographed by Halim for “The Lighted Tail” fashion spread styled by Margaretha Novianty that was published in the April 2012 edition of Amica Indonesia.


Read Full Post »


Please enjoy the special images taken during the fitting session and at the backstage of Sapto Djojokartiko Bride and Evening Collection 2012-2013 fashion show that was held at The Grand Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, on Friday, April 06th in conjunction with Harper’s Bazaar Indonesia’s “Bazaar Bridal Week 2012”.

Click here to view the installation that was displayed from Thursday, April 05th until Sunday, April 08th during Bazaar Bridal Week 2012. You may visit Sapto Djojokartiko’s Facebook fanpage for more exclusive snaps from the backstage and fitting session.

Please do not reproduce the content from this post in its entirety without permission. Limit image usage on any other site to one or two images. Images must be accompanied by a working link to this post.

All images copyright of Sapto Djojokartiko.







Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: