Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Elle Indonesia’


Sapto Djojokartiko’s collections are featured in three different editorials that was published in the April issue of Elle Indonesia.

In an advertorial, Hakim Satriyo photographed a model wearing tulle dress with embroideries and sequins dresses from the designer.



Bona Soetirto photographed a model in Sapto Djojokartiko’s organza dress with metallic appliqués, bustier and chiffon skirt for “Tin Soldier & The Brave Ballerina” editorial that was styled by Anindita Saryuf.



Last but not least, the designer’s sequins dresses, sheer embroidered dress, high waisted shorts, sequins boots and tulle dress with embroideries were featured for “The Newton’s Rules” that was photographed by Nicoline Patricia Malina and styled by Aldi Indrajaya.






Advertisements

Read Full Post »


Sapto Djojokartiko presented five soft colored lace, organza and tulle dresses with metallic appliqué and ruffles detailing for Mazda Style Parade in Collaboration with Elle Indonesia and Marie Claire Indonesia.

The fashion show was held last Saturday, March 24th 2012, at Atrium Senayan City.

You may view the complete runway images taken by Martin Kristianto on Sapto Djojokartiko’s Facebook fanpage, here.


Read Full Post »


Sapto Djojokartiko will participate in Mazda Style Parade in Collaboration with Elle Indonesia and Marie Claire Indonesia this weekend.

The fashion show will be held at Atrium Senayan City on Saturday, March 24th 2012 at 19:15, the registration starts at 18:30.

For RSVP, please email to leonarita@trinaya.com or mcafter6@trinaya.com with your name, cellphone number and the #MazdaStyleParade date of show.

Sapto Djojokartiko’s tulle and lace dresses are also featured on the #MazdaStyleParade banner.

Hope to see you this weekend at Atrium Senayan City for Mazda Style Parade!

Read Full Post »


Zefanya Deby styled a model, Gina/POSH, in Sapto Djojokartiko dress for Elle Beauty’s editorial in the January 2012 issue of Elle Indonesia photographed by Glenn Prasetya.

Read Full Post »


The recipient of Fashion Designer of The Year from Elle Style Awards 2011, Sapto Djojokartiko, shared in an article for Elle Indonesia that he admired the way fellow Indonesian designer, Biyan, accommodate the commercial and creative sides. Below are more quotes from Elle Indonesia July 2011 issue:

Apa yang Anda kenakan malam ini?
Kemeja Valentino, celana Gucci, dan sepatu Christian Louboutin.

Sebagai desainer, bahan apa yang jadi favorit Anda dalam merancang pakaian?
Bisa dibilang saya suka bahan yang dari luar terlihat simpel, tapi di balik itu ada proses pengerjaan yang complicated, yang ada ceritanya.

Siapa desainer lokal atau luar yang menjadi inspirasi Anda?
Saya mengagumi cara Biyan mengakomodasi sisi komersil dan kreatifnya.

Ruben William wrote “Take A Bow” article in the same issue of the magazine regarding the Elle Style Awards 2011 fashion show where Sapto Djojokartiko took part in the event last April. Click here to view the runway and backstage images of the event and here for the fashion spreads published in the same issue of the magazine where the collections are featured.

Empat desainer mencoba menggurat tiap tahap mimpi ke dalam ranah fashion. Inkarnasi penuh fantasi yang coba diurai oleh Ruben William.

Live Your Dreams. Sebuah kalimat yang merangkum kehidupan tiap individu. Kali ini, kalimat itu dicoba diinterpretasikan menjadi empat kata yang menggambarkan mimpi terdasar manusia. Luxurious. Serenity. Romantic. Surreal. Kalimat itu pula yang memberi napas lahirnya halaman-halaman fashion pada majalah ELLE Indonesia di edisi ulang tahunnya yang ke-3. Dan malam itu, didaulatlah empat desainer kenamaan tanah air; Mel Ahyar, Oka Diputra, Sapto Djojokartiko, dan Irsan, untuk menghidupkan kembali mood board tersebut ke panggung ELLE Style Awards 2011.

Pengunjung dibuat larut ketika Mel Ahyar membuka fashion show dengan koleksi bertema luxurious. Gaun body con yang membalut sempurna tubuh kelima model, tampil begitu modern. Jika glamor diidentikkan dengan banyak sentuhan keemasan di sana-sini, Mel Ahyar justru memilih sebaliknya, sangat subtle dengan tak tampil “blak-blakan”. Detail gold hanya digunakan sebagai aksen.

Sequence selanjutnya adalah milik Oka Diputra. Kali ini, seluruh model mengenakan koleksi serba putih yang memberi impresi bersih dengan busana berpotongan sederhana berdetail lipit dan draperi. Oriental look sebagai dasar tema serenity ini sangat minim ornamen, terlihat jelas jika rancangannya tersebut ingin berbicara lebih lantang melalui cutting yang tegas.

Pendar lampu kamera kembali terlihat, seiring dengan karya Sapto Djojokartiko yang siap menggores panggung. Kesan romantis begitu kental terlihat pada koleksinya. Warna-warna pastel dengan permainan draperi sangat sesuai dengan penggunaan material ringan, seperti kain sifon, lace, dan tule yang sengaja dibuat unfinished. Raut feminin pun jelas ketara pada pemakaian detail ruffle dan tumpuk. Mengingatkan pada millefeuille, pastry cantik asal Prancis. Sekali lagi, mata pengunjung berhasil dimanjakan.

Fashion show ditutup dengan penampilan dramatis yang sedikit teatrikal dari Irsan. Surealisme dipresentasikan oleh Irsan melalui potongan baju berbahan kulit yang diolah menjadi fringe dan armor, harmonisasi warna hitam serta merah yang dominan, juga sentuhan oriental yang tampak di beberapa detail. Bahan parasut pada rok ekstra lebar yang tampak spektakuler dikenakan oleh model terakhir, menjadi pertanda berakhirnya pagelaran busana di malam itu. Kolaborasi mengagumkan yang jelas memberi makna baru pada dunia fashion tanah air.


Read Full Post »




Sapto Djojokartiko’s lace dresses in black and soft muted colors are featured in the pages of Elle Indonesia July 2011 edition.

Read Full Post »


An article regarding Sapto Djojokartiko’s 2011 Bridal Collection was published in the June 2011 issue of Elle Indonesia. Below are the excerpts of the “Ivory Tale” article written by Yoland Handoko from the magazine:

Melalui koleksi terbaru lini bridal-nya, Sapto Djojokartiko berusaha untuk lebih peka dalam memerhatikan keinginan perempuan. Yoland Handoko mencoba untuk menjabarkannya.

Rasanya kemahiran Sapto dalam berkarya tak perlu diragukan lagi. Kejelian matanya dalam melihat siluet tubuh perempuan, serta perhatian extranya terhadap detail membuat setiap perempuan terlihat begitu anggun dalam balutan gaun rancangannya. Lahir dan tumbuh besar di kota Solo yang kaya akan tradisi klasik memang memberi banyak pengaruh kepada estetika Sapto dalam merancang busana. Tidak terkecuali dengan 24 buah gaun pengantin yang dipertunjukannya di sebuah event Bridal Week yang diselenggarakan awal April lalu.

Terbagi dalam tiga kategori, yakni kebaya, cheongsam dan gaun international, desainer bersahaja ini berusaha menangkap mimpi setiap kaum perempuan di hari besar mereka. Craftmanship berkualitas prima hadir dengan barisan gaun kebaya yang, walaupun bertabur payet, namun tetap terkesan ringan berkat pemakaian embellishments berwarna senada.

Untuk kategori gaun cheongsam, Sapto mencoba bereksperimen dengan bahan hasil teknik lace on lace sebagai pengganti satin ataupun sutera. Absennya kristal dan payet di deretan busana etnik Tionghoa tersebut membuat gaun terlihat simpel namun tetap elegan. Pengerjaan serupa juga terlihat pada koleksi gaun international. Premise sang desainer akan busana pengantin yang lebih dinamis dihadirkan dengan gaun-gaun detail draperi bertumpuk dengan aplikasi kancing jamur yang tersusun secara diagonal.

Melalui sudut pandangnya, Sapto menginterpretasikan tren minimalis dengan membidik calon mempelai yang mendambakan pernikahan yang lebih fleksibel. Karena menurutnya, gaun pernikahan tidak harus selalu berhiaskan bebatuan berharga. Kudos for that!



Sapto Djojokartiko is one of the judges for Elle Styling Contest 2011 that was held on Friday, April 22nd 2011 at Senayan City atrium as a part of Women’s Week’11 (click here to view the previous post about it) along with Fashion Editor of Elle Indonesia, Anindita Saryuf and actress/drummer, Titi Sjuman. Click on each pages above to read the full “Magic In Fashion” article written by Intan Kalih.

Before the Elle Styling Contest final was held last April, Elle Indonesia held a workshop at ESMOD Jakarta earlier with Sapto Djojokartiko and Anindita Saryuf as the speakers and also the judges for the “Hyperreality” themed styling contest on the same event on March 19th 2011. Click the image below to read the article.

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: