Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Grace Gunawan’


Sapto Djojokartiko’s fur cape was photographed by Luki for lukimages with the styling of Aldi Indrajaya in DEW Magazine 00 Midnight Issue wore by model Renata Calheiros (above).

In “Desperate Housewives” spread below photographed by Shadtoto Prasetio and also styled by Aldi Indrajaya, model Anthea Maree wore red brazer coat, white petticoat, platform shoes with steel heels, grey satin crepe dress, mini dress adorned with crosses beads, and red and white chiffon dress with tassel details by Sapto Djojokartiko.





Grace Gunawan photographed Kelly Tandiono in “Cat Burglar” styled by Aldi Indrajaya wearing Sapto Djojokartiko’s black pleated blouse with crisscross details in the back, black chain and pearl tassel necklace, dark grey crinkled dress and pants, black trench coat, black blazer with structured padded shoulders, fur and gold bell necklace, gold bamboo necklace and black dress with coins and studs.






Luki from lukimages lensed and styled “Pulchritudinous Glint” editorial with model Olga Yalanska in the designer’s black drapery blouse (worn as a turban), black one shouldered dress, black cropped top, grey drapery dress with lace inserts and black multi layer lace tube dress.



In “Midnight Souls Still Remain”, the editor in chief of DEW Magazine, Teuku Ajie, photographed Renata Calheiros and Dara Warganegara in white eyelet blouse with bow details, drapery long dress, black blouse with tassel collar, black satin long dress, one shouldered blouse with ruffles details, tuxedo jacket, black and gold brocade blouse, peacock skirt, fox fur stole, black pants, bodysuit, bamboo bracelet, long drapery dress with gold shoulder details, black pleated blouse with crisscross details in the back, draped blouse and embellished tulle top by Sapto Djojokartiko with the styling done once again by Aldi Indrajaya.

Images via DEW Magazine.








Read Full Post »


Two of Sapto Djojokartiko dresses are featured in an article regarding Elle Style Awards 2010 where the designer participated in the fashion show and presented five of his collections for the annual event held by Elle Indonesia. The designer also presented five looks in this year’s Elle Style Awards last April and also awarded the 2011 Fashion Designer of The Year from Elle Indonesia.

In another page in an issue of Elle Indonesia, Yoland Handoko wrote an article “The Dark Parade” regarding Sapto Djojokartiko’s trunk show exclusively for Harvey Nichols Jakarta that was held on Wednesday May 26th, 2010 with Marie Claire Indonesia as media partner. The images in the article was photographed by Grace Gunawan.

Below are the excerpts of the article:

 

Iringan busana bernuansa klasik dengan tone gelap mendominasi koleksi terbaru desainer Sapto Djojokartiko. Berikut penuturan Yoland Handoko dari Grand Indonesia.

 

       Sambutan baik dari masyarakat terhadap perkembangan industri mode Tanah Air semakin terasa kuat selama kurun waktu satu dekade terakhir. Semakin banyaknya generasi muda yang sadar akan pentingnya estetika dalam berbusana membuka banyak peluang bagi desainer-desainer lokal dalam mereali-sasikan ide mereka. Hal ini pula yang memotivasi desainer Sapto Djojokartiko dalam berkarya, sehingga pada bulan Mei lalu, bekerja sama dengan Marie Claire Magazine, Harvey Nichols dan Mitra Agung Persada, Sapto Djojokartiko menggelar trunk show koleksi ready to wear-nya secara ekslusif di Harvey Nichols, Jakarta.

       Palet warna gelap seperti abu-abu, cokelat dan hitam menjadi pilihan Sapto untuk koleksi kali ini. Era gothic yang menjadi inspirasi utama dengan mahir digabungkan dengan berbagai elemen lain sehingga tidak terkesan tacky dan stereotype. Pemilihan bahan lace yang diaplikasikan ke kain chiffon pada one shoulder mini dress, beragam pleats gown berbahan chiffon dan lace serta rok pendek dengan teknik collage lace turut memperkuat nuansa klasik dan romantik pada koleksi kali ini.

       Hal menarik lain yang terlihat pada koleksi kali ini adalah hadirnya beberapa item hasil eksperimen Sapto dengan pola baju pria. Deretan trench coat, blazer serta long vest bersiluet tegas dengan teknik dekonstruksi memberi sentuhan androgyny yang kental. Hal tersebut seakan menjadi bukti akan kegemaran desainer kelahiran Solo, Jawa Tengah, ini dalam menyelaraskan berbagai elemen yang saling bertabrakan dalam setiap koleksinya.

       Sebagai desainer, perhatian extra terhadap detail dan pengembangan konsep yang semakin terarah serta kemauan untuk terus bereksperimen sangatlah esensial. Lewat eksistensinya, Sapto membuktikan bahwa dia telah berkembang dan matang dalam berkarya. Congrats and keep up the good work!

Read Full Post »

%d bloggers like this: